ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Thomas Tuchel akhirnya memanggil kembali Jude Bellingham ke tim nasional Inggris jelang kualifikasi Piala Dunia. Keputusan ini bukan sekadar soal taktik, tapi juga tantangan besar bagi sang pelatih dan bintang Real Madrid itu untuk membuktikan bahwa mereka mampu membawa Inggris menuju era baru yang lebih berani dan ambisius.
Tuchel Panggil Kembali Jude Bellingham dan Tantang Pembuktian
ONG39 – Thomas Tuchel memanggil kembali Jude Bellingham ke tim nasional Inggris jelang kualifikasi Piala Dunia. Langkah ini menjadi keputusan berani setelah sebelumnya ia menepikan bintang Real Madrid tersebut dan memicu kontroversi.
Kini, Tuchel menantang Bellingham untuk membuktikan dirinya mampu beradaptasi dalam sistem 4-2-3-1 yang baru ia sempurnakan. Inggris memang tampil impresif tanpa Bellingham di empat laga terakhir, sehingga sang gelandang harus menunjukkan bahwa ia layak menjadi starter sekaligus kunci utama dalam ambisi Inggris meraih bintang kedua di dada.
Jude Bellingham Kembali Tajam dan Jadi Andalan Baru
ONG39 – Ketidakhadiran Bellingham bulan lalu memunculkan spekulasi bahwa Tuchel ingin menunjukkan otoritasnya. Namun, alasan sebenarnya sederhana: Bellingham baru pulih dari cedera bahu dan hanya tampil sekali sebelumnya.
Kini, dengan tiga gol dan satu assist dalam lima laga bersama Real Madrid, ia kembali dalam performa terbaik. Tuchel menyambutnya dengan pesan tegas: “Kami sedang membangun sesuatu. Kami senang kalian kembali, tapi kalian harus berkontribusi.”
Pesan itu juga berlaku bagi Phil Foden yang turut kembali ke skuad.
Bellingham tampil sebagai ikon sepak bola Inggris modern. Dengan nilai pasar sekitar Rp3,2 triliun, ia menempati urutan keempat pemain paling berharga di dunia setelah Lamine Yamal, Erling Haaland, dan Kylian Mbappé. Di usia 22 tahun, ia sudah mencatat 50 penampilan Liga Champions—menggeser rekor Iker Casillas—serta 44 caps dan enam gol untuk Inggris.
Baca Juga:
Energi Besar Jude Bellingham dan Tantangan Tuchel
ONG39 – Meski populer dan karismatik, Bellingham tetap memiliki sisi emosional yang kuat. Setelah kekalahan dari Senegal pada Juni lalu, ia melampiaskan amarah dengan menendang pendingin air hingga Harry Kane menenangkannya.
Tuchel menyadari betul api dalam diri sang gelandang. Ia bahkan pernah mengkritik sikap Bellingham terhadap wasit, yang sempat menimbulkan jarak di antara keduanya. Kini, Tuchel memastikan hubungan mereka membaik, sambil menegaskan bahwa energi besar Bellingham harus disalurkan dengan benar agar tidak berujung fatal seperti Beckham pada 1998 atau Rooney pada 2006. Sejak awal, Tuchel menempatkan Bellingham sebagai pemain nomor 10 yang harus bersaing dengan Foden, Eberechi Eze, Cole Palmer, dan Morgan Rogers.
Setelah kekalahan di final Euro 2024, Bellingham menegaskan ambisinya lewat jawaban singkat: “Saya ke sini untuk menang.” Kalimat itu menunjukkan tekad besar yang sejalan dengan visi Tuchel, dua sosok kuat yang berjuang membawa Inggris meraih gelar juara dunia.
Baca Berita Sebelumnya: