ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Bayern Munich mulai merasakan tekanan besar musim ini karena ketergantungan mereka pada Harry Kane makin terlihat jelas. Meski skuad asuhan Vincent Kompany masih bersaing di puncak klasemen, absennya Kane bisa membuat stabilitas tim runtuh seketika. Kondisi ini memaksa Kompany mencari solusi baru demi menjaga performa Bayern tetap konsisten di semua kompetisi.
Tantangan Besar Bayern Munich dalam Keterbatasan Striker Pelapis
ONG39 – Kompany memanfaatkan kesempatan melatih Bayern setelah terdegradasi bersama Burnley, sebuah situasi yang hampir mustahil terjadi bagi pelatih lain seperti Scott Parker. Berkat reputasinya sebagai mantan kapten sukses Manchester City, Bayern berani mempertaruhkannya—dan terbukti tepat, karena ia membawa Bayern menjuarai Bundesliga musim lalu dan memberi Harry Kane trofi pertama dalam kariernya.
Saat ini Bayern hanya memiliki Nicolas Jackson sebagai pelapis. Jackson baru mencetak satu gol di Bundesliga, sehingga absennya Kane bisa membuat lini depan Bayern kehilangan daya gedor. Serge Gnabry dan Michael Olise memang kreatif, namun tak ada yang memiliki konsistensi seperti Kane. Ditambah lagi, Bayern kehilangan Thomas Müller yang pindah ke Vancouver Whitecaps.
Baca Juga:
Tantangan Besar Bayern Munich dalam Menjaga Masa Depan Striker Utama Mereka
ONG39 – Dengan RB Leipzig terpaut enam poin dan Borussia Dortmund tetap berpotensi menjadi ancaman, Bayern tidak bisa merasa aman. Bayer Leverkusen juga telah menunjukkan bahwa dominasi Bayern bisa tergoyahkan. Kondisi ini membuat Kompany perlu mempertimbangkan merekrut striker baru pada bursa transfer Januari.
Di sisi lain, masa depan Harry Kane ikut menjadi perhatian. Meski ia disiplin menjaga kebugaran di usia 32 tahun, waktu tetap berjalan. Bayern harus mulai memikirkan penerus Kane setelah era Lewandowski. Kane sendiri terus dikaitkan dengan kembali ke Premier League karena hanya terpaut 47 gol dari rekor Alan Shearer. Tottenham yang kini berubah setelah meraih trofi Liga Europa dan pergantian pimpinan semakin memperkuat spekulasi tersebut.
Baca Berita Sebelumnya: