ONG39 menyajikan berita sepak bola terbaru, hasil pertandingan terkini, klasemen liga, dan update transfer pemain setiap hari. Dapatkan informasi bola terlengkap hanya di ONG39!
ONG39 – Pep Guardiola bersiap merayakan laga ke-1.000 dalam karier manajerialnya ketika Manchester City menjamu Liverpool pada Minggu nanti. Momen itu menjadi tonggak bersejarah yang membuatnya semakin dekat ke akhir perjalanan ketimbang awalnya.
Guardiola menanggapi capaian itu dengan senyum kecut. Ia menyebut 1.000 pertandingan sebagai “2.000 konferensi pers” dan perjalanan panjang yang tak ingin ia ulangi.
Guardiola menyebut angka tersebut sebagai “angka gila”. Ia mengaku tidak tahu persis rasio kemenangannya, meski datanya menunjukkan 71,57 persen—sekitar tujuh kemenangan dari setiap sepuluh laga. Ia merasa beruntung bisa melatih klub-klub hebat seperti Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City, di mana ia selalu mempertahankan tingkat kemenangan di atas 70 persen.
Pep Guardiola Refleksikan Perjalanan dan Prinsip Sepak Bola

ONG39 – Sepanjang kariernya, Guardiola sudah mengumpulkan 12 gelar liga, tiga trofi Liga Champions, dan berbagai treble. Banyak orang menyebutnya sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa, dan meski ia menanggapinya dengan nada sarkastik, ia mengakui pencapaiannya.
Ia menegaskan bahwa setiap era memiliki manajer besar, dan ia bersyukur menjadi bagian dari kelompok itu. “Angka dan kesuksesan tim kami berbicara sendiri,” ujarnya.
Guardiola mengakui bahwa pengalaman membuatnya lebih bijak. Ia tak lagi berambisi menang dengan cara apa pun, tetapi lebih fokus menikmati proses. Kini, ia lebih mudah menerima kekalahan dan percaya bahwa setiap kegagalan hanyalah bagian dari perjalanan panjang.
Ia tetap memegang teguh prinsip sepak bola berbasis penguasaan bola, meski sering bereksperimen dari false nine hingga striker murni. Ia menegaskan bahwa keputusan yang salah tidak pernah membuatnya meninggalkan keyakinan dasarnya terhadap permainan indah.
Baca Juga:
Pep Guardiola dan Rivalitas Abadi dengan Liverpool

ONG39 – Guardiola menganggap Liverpool sebagai lawan paling istimewa untuk laga ke-1.000-nya. Ia menyebut klub itu sebagai rival terbesar selama berkarier di Inggris, terutama pada era Jurgen Klopp. “Jika saya harus memilih satu lawan untuk laga ke-1.000, itu pasti Liverpool,” katanya.
Ia merasa alam semesta seolah sengaja mengatur agar momen bersejarah itu terjadi melawan rival terbesarnya.
Rivalitas Guardiola dan Klopp sudah dimulai sejak di Jerman. Dari 30 pertemuan, Guardiola hanya menang tujuh kali dalam 24 laga terakhir, catatan yang justru ia hargai. Ia percaya bahwa persaingan dengan Klopp membentuk laga terbesar di sepak bola Inggris modern, menggantikan duel klasik seperti Manchester United–Liverpool atau Arsenal.
Guardiola mengakui bahwa Klopp memberinya banyak pelajaran dan inspirasi. “Jurgen memberikan banyak hal untuk saya, dan saya merindukannya,” ujarnya.
Ketika ditanya tentang final Liga Champions 2011 melawan Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson, Guardiola menyebut laga itu sebagai yang terbaik dalam kariernya. Ia sepakat dengan pandangan Ferguson bahwa kunci kesuksesan terletak pada kualitas pemain. “Setelah itu, sisanya adalah kerja keras, dedikasi, dan cinta. Dalam hal itu, tak ada yang bisa mengalahkan saya,” tegasnya.
Baca Berita Sebelumnya: